Kamis, 01 Agustus 2013

Rute Terbaik Ke Kualanamu Airport



Bandara internasional Kualanamu atau KNIA sebagai pengganti dari bandara polonia medan pada tanggal 25 Juli 2013 yang lalu sudah mulai aktif di gunakan untuk jadwal penerbangan dari dan ke Medan - Sumatera utara.
Di sini saya hanya akan membahas rute terbaik menuju ke lokasi dari kota medan. sebenarnya rute yang umum di gunakan ada 3 rute
yaitu :
1. Rute melalui jalan tembung terus ke batang kuis. ( jarak 50 KM waktu tempuh 1 Jam ), sepertinya rute ini akan menjadi rute favorit sebelum jalan tol selesai di bangun.
2. Rute melalui jalan tol Belmera keluar pintu tol Tanjung Morawa kemudian masuk simpang kayu besar menuju batang kuis ( jarak sekitar 51 KM dengan waktu tempuh 1,5 Jam ). Di persimpangan akan ketemu jalan baru yang akan membawa langsung ke bandara kualanamu ( jalan tol ) tapi saya belum mencoba he he he.
3. Rute melalui jalan tol Belmera keluar pintu tol Tanjung morawa kemudian mengikuti jalan lintas sumatera ( jalinsum ) menuju lubuk pakam, kemudian di persimpangan lubuk pakam ambil arah ke kiri menuju jalan bakaran batu. ( Jarak sekitar 60 KM dengan waktu tempuh sekitar 1,5 Jam ). Rute tidak aman karena jalan di bakaran batu atau di daerah setelah simpang lubuk pakam masih gelap,sepi tidak ada warung dan bengkel.
sedangkan untuk jalan tol khusus ke bandara belum selesai di buat, kemungkinan di tahun 2014 bisa di gunakan, juga selanjutnya adalah menggunakan fasilitas kereta api yang lebih efektif dan efisien dengan tarif Rp.80 ribu dan jadwal kereta api dari stasiun Medan ke Kualanamu adalah 03.30; 04.50; 06.15; 08.20; 11.10; 13.45; 15.15; 17.15; 19.20; dan 20.00 WIB. Sedangkan jadwal dari Kualanamu ke Medan adalah: 05.50; 06.20; 08.00; 09.25; 12.25; 14.55; 16.25; 18.50; 20.25; dan 24.15 WIB.
Dengan bus, calon penumpang bisa menggunakan bus yang dioperasikan PT Damri. Ada dua rute dari Bus Damri yang bisa dipilih yaitu rute dari Amplas dengan tarif Rp 10.000. Sedangkan rute dari Jalan Gatot Subroto atau Medan Fair (Carrefour) dengan tarif Rp 15.000.

Ada pula bus yang dioperasikan PT ALS melayani rute Binjai menuju KNIA dengan tarif Rp 30.000. Sementara itu, dengan taksi yang beroperasi ke KNIA antara lain Blue Bird, Express, Karsa, Nice, Puskopau, Kokapura. Tarif resmi taksi mulai dari Rp 145.000 dari Medan ke Bandara Kualanamu.
Masalah sesungguhnya ada pada pembebasan lahan  untuk akses jalan arteri Tanjung Morawa-Kuala, yang belum terselesaikan hingga harus membuat rute jalan sedikit zig zag, akibat terkendala dengan proses pembebasan lahan warga yang tidak cocok dengan harga yang ditawarkan pihak pembebasan lahan. Seperti diketahui, ada tiga rute menuju Kualanamu. Rute I, melalui titik nol kota Medan melewati Gatot Subroto, masuk ke Simpang Batangkuis, kemudian melewati Simpang Aras Kabu. Pada rute di Simpang Aras Kabu, lebar jalan hanya 4 meter. Jelas, ini tidak cukup bila ada 2 kendaraan.
Karena itu, harus dilakukan pelebaran jalan secepat mungkin. Kalau jalannya sempit bagaimana bisa cepat sampai? Rute ke II, melalui Amplas, masuk ke Simpang Kayu Besar, langsung menuju Kualanamu, dengan jarak sekitar 30 km. Dan rute ke III, dari Lubukpakam menuju Kualanamu dengan jarak sekitar 60 km. Untuk Rute II sebagaimana kita ketahui bersama, di kawasan Amplas merupakan lokasi yang sangat rawan macet, apalagi di jam sibuk, dikhawatirkan apabila tidak ada solusi atau alternatif lain, kawasan Amplas akan menjadi semakin padat. Kalau sudah padat tentu saja berimbas pada terhambatnya mobilitas  menuju bandara.
Kemudian untuk Rute III, dikawasan ini masih sangat minim penerangan, selain itu kondisi jalan juga sepi dan minim fasilitas seperti Bengkel, rumah makan, SPBU, dan lain sebagainya. Untuk Rute III ini dikhawatirkan akan menjadi daerah rawan kejahatan. Selain masalah jalan, persoalan akses kereta api yang dikelola oleh PT KAI juga menarik untuk disoroti. Pasalnya kereta bandara pertama di Indonesia yang akan melayani rute Medan- Kualanamu, kereta yang dioperasikan oleh anak usaha patungan perseroan, PT Railink (Pemenang tender) ini akan menggunakan kereta buatan Korea Selatan. Melalui kereta ini, jarak tempuh Medan-Kuala Namu yang konon katanya hanya memakan waktu 30 menit.
Namun, fakta di lapangan untuk sekarang ini justru berkata lain. Jalur kereta ke bandara hanya menggunakan sistem Monorell (satu jalur tunggal) jadi sistem kereta harus bolak-balik alias maju mundur mengangkut penumpang. Kereta ini akan menggunakan layanan tiket elektronika (e-ticketing) yang juga bisa dibeli dengan kartu debit atau kartu kredit. Dimana harga tiketnya dibandrol dengan harga Rp 80.000 untuk sekali jalan, tentu saja cukup mahal bukan? Andaikata harga tiket dapat sedikit lebih murah pastinya akan sangat membantu masyarakat khususnya golongan menengah kebawah.
 
Demikianlah selanjutnya besok akan saya tambahkan tulisan karena hari Jumat 2 Agustus 2013 saya akan mengantar adik saya yang akan kembali ke Jakarta, tunggu kabar yang lebih update yaaa….barangkali ada perubahan tentang jalan,persimpangan,jembatan yang sebelumnya masih menimbulkan macet besok sudah rampung dan tidak macet lagi.